Pertanian Archive

Kunci Sukses Budidaya Jagung

Kunci Sukses Budidaya Jagung – Budidaya apapun tentu ada saja orang yang berhasil dengan hasil panen yang berlimpah dan ada juga yang gagal panen atau panen namun hasilnya sedikit. Hal ini dikarenakan oleh 2 faktor yaitu faktor teknis dan non teknis. Kedua faktor tersebut hendaknya terpenuhi dengan baik.

Kunci Sukses Budidaya Jagung

Faktor teknis berkaitan erat dengan persiapan sampai dengan pemeliharaan yang hanya bisa dipelajari melalui ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan ini bisa didapatkan melalui sesama rekan petani, gabung kelompok tani maupun dengan membaca buku seputar pertanian utamanya tentang budidaya jagung.

Baca Juga : Cara Memilih Biji Jagung Yang Baik

Sedangkan faktor yang kedua yaitu faktor non teknis, segala sesuatu di dunia ini pasti ada faktor teknis dan non teknis. Faktor non teknis disini lebih mengarah kepad sikap dan usaha langit. Dimana sebaiknya saat melakukan budidaya jagung ini tanamkan pada diri agar mendapatkan hasil yang melimpah untuk membantu memenuhi pasokan kebutuhan manusia akaan ketersediaan jagung yang berkualitas baik.

Setelah berusaha tentulah sikap dan doa kita yang menjadi tahapan selanjutnya. Menanam jagung dibutuhkan kesabaran, keuletan dan ketelatenan. Selanjutnya lakukanlah doa mengharap kepada Tuhan agar hasil melimpah dengan kualitas yang baik.

Hal diatas adalah dua faktor yang harus dilakukan agar optimal sedangkan dibawah ini merupakan tujuh hal sukses dalam budidaya jagung.

1. Pemilihan Benih Hibrida Unggul.

Dalam budidaya apapun dibidang pertanian dibutuhkan benih unggul yang berkualitas. Benih jagung yang mempunyai produktivitas tinggi adalah benih jagung jenis hibrida. Dimana jika dibandingkan dengan benih jagung lokal, benih jagung hibrida ini lebih unggul sehingga diharpkan hasil panen akan berlimpah.

2. Persiapan Lahan yang Baik

Selain benih yang unggul, media tanam atau lahan yang baik akan turut menyumbang dalam keberhasilan budidaya jagung. Lahan untuk menanam jagung tidak boleh mudah tergenang oleh air gunakanlah saluran drainage atau pembuangan air. PH untuk menanam jagung hendaknya memiliki pH 5,6 – 7,5 dengan struktur tanah gembur.

3. Metode Tanam yang Tepat

Faktor selanjutnya adalah metode penanaman biji jagung yang sesuai dengan memperhatikan jarak tanam yang tepat. Kedalaman tanam biji jagung ini idealnya sekitar 5 cm.

4. Pemupukan yang Tepat

Gunakanlah pupuk yang tepat karena setiap tanaman membutuhkan formula pupuk yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Prinsip yang dapat Anda pegang pada proses pemupukan ini adalah empat tepat, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara. Pada tanaman jagung, pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk NPK  N (Nitrogen), P (Phospat) dan K (Kalium).

6. Pengendalian HPT dan Gulma

HPT dan gulma merupakan awal penyebab kegagalan budidaya jagung apabila tidak dilakukan pengendelian dengan cepat dan tepat. Lakukan penyemprotan dengan insektisida atau fungisida dengan dosis yang dianjurkan (tepat).

7. Metode Panen dan Pascapanen yang Tepat

Kunci sukes budidaya setelah melakukan penanaman dan pemeliharaan maka tahap selanjutnya adalah tahap pemanenan. Dalam proses panen ini tidak boleh sembarangan dan lihatlah apakah batang jagung ini sudah memenuhi ciri siap panen atau belum. Cirinya yaitu klobot kering berwarna coklat (95% dari total populasi), kadar air 28 – 30 %, rambut tongkol kering hitam dan klobot mengering.

Ada dua metode pengumpulan hasil panen, dimasukan kedalam karung secara langsung untuk dikeringkan atau dipipil terlebih dahulu untuk dikeringkan. Kadar air ini meruapak faktor penting dalam penyimpanan jagung jadi pastikan kadar air biji jagung tersebut harus tepat, tidak boleh terlalu kering dan terlalu basah. Untuk itu gunakanlah alat pengukur kadar air agar bisa tepat dalam mengetahui kadar air.