Penggunaan Integrated Building Management System ( IBMS ) Teknologi

Integrated Building Management System Teknologi berperan sangat besar dalam mendukung suatu perusahaan atau organisasi sehingga dapat berkembang dengan pesat. Penerapan teknologinya pun beragam dan salah satunya diaplikasikan ke dalam kantor untuk membantu dalam mengatur efisiensi penggunaan energi dan waktu dalam suatu gedung.

Bangunan yang dapat dirasakan manfaatnya secara mendasar bisa diukur dari tingkat keamanan, kenyamanan dan keselamatan yang terjamin ketika kita berada didalamnya secara kontinyu, segala gangguan dan ketidakberesan seluruh fungsi dan fasilitasnya dapat dideteksi seketika, sehingga ketika pasokan energi PLN yang terputus secara tiba-tiba tidak akan disadari oleh pengunjung karena seketika itu pula backup energy power suplay dari generator set mengambil alih.

Kondisi ruangan yang nyaman dari sistem pendingin yang dapat mengatur suhu sesuai dengan tingkat aktifitas dan hunian. Sistem penerangan yang bekerja sesuai kebutuhan dan fungsi, sistem keamanan yang memberikan sinyal dini terhadap ancaman bahaya kebakaran, tindakan kriminal maupun perbuatan yang dapat merugikan. Teknologi yang berperan dalam pengoperasian gedung ini adalah IBMS. IBMS atau Integrated Building Management System merupakan sistem kontrol dan monitor yang digunakan pada sebuah bangunan atau gedung yang bertujuan untuk mengintegrasikan semua sistem pada bangunan tersebut, seperti sistem pendingin ruangan, pencahayaan, keamanan, lift dan sebagainya.

IBMS tidak hanya memonitor seluruh sistem elektronik yang ada, tetapi juga dapat mengatur sistem-sistem lainnya sehingga dapat mengoptimalkan efisiensi kerja operator. Pada awal Integrated Building Management System ini beroperasi, semua sistem yang menyangkut dari sistem pendingin ruangan, pencahayaan, keamaan dan lift semuanya terintegrasi dengan baik, dan seiring berjalannya waktu kerusakan pun terjadi pada lift dimana pada saat pintu lift tidak terbuka sistem pada IBMS tidak memberikan respon terhadap kejadian tersebut. Dengan keterbatasan kemampuan teknisi lokal serta biaya pemanggilan teknisi dari luar yang cukup mahal maka pada akhirnya sistem kendali lift pun dibuat terpisah dengan IBMS. Kemudian pada tahun 2009 kerusakan pun terjadi pada fire alarm system.

Pada saat latihan pemadam kebakaran hydrant dibuka flow switch otomatis akan turun pada batas normal sehingga memicu terjadinya alarm yang nantinya akan memberikan respon kepada Integrated Building Management System , tapi pada nyatanya sistem IBMS tidak bekerja sebagaimana mestinya. Pada September 2009 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII memperbaharui menambah dan memperbaiki sistem peralatan keamanan. Adapun pembaharuan, penambahan dan perbaikan yang dilakukan adalah ; · Mengganti spesifikasi dan merk serta kemampuan kamera; · Perbaikan instalasi serta penggantian panel fire alarm system; 3 · Penambahan sensor gerak pada setiap sudut pagar serta sensor getar pada daerah-daerah tertentu dan; ·

Penambahan pintu akses. Biaya yang dikeluarkan untuk pembaharuan, penambahan dan perbaikan ini cukup besar sehingga perlu adanya pemanfaatan teknologi yang ada. Tapi hingga saat ini sistem IBMS yang dikatakan bisa mengintegrasikan semua sistem pada sebuah gedung tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Hal ini menyebabkan tidak efisiensinya sistem Integrated Building Management System yang digunakan. Maka dari itu perlu dilakukan perencanaan ulang sebuah sistem sehingga IBMS bisa berfungsi sebagaimana mestinya.Banyak gedung di  Jalan Jendral Sudirman ini merupakan instansi pemerintah yang sudah menerapkan teknologi IBMS.